Menu

Alba Atau Ceplik / Cepliksari

KategoriBahan Jamu Kering / Simplisia
Kodealba atau cepik
Di lihat27 kali
Berat(/pcs)1 Kg
Harga Rp 80.000
Beli Sekarang
ANGET MAS
ceplik atau alba

ceplik atau alba

anetmas.com jual alba atau ceplik atau disebut juga cepliksari  kami jual dengan harga terjangkau, nbeli lebih banyak lebih murah, melayani penjualan untuk pabrik jamu maupun rumahan atau kebutuhan pengobat tradisional herbal. Industri obat tradisional semakin meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan dari konsumen. Bahan baku dalam obat tradisional yang sering dipakai dalam ramuan adalah tempuyung atauSonchus arvensis L. dan daun dewa Gynura pseudochina (L.) DC. Untuk mengantisipasi permintaan yang besar, maka diperlukan usaha budidaya. Dalam penelitian ini dilakukan budidaya secara tumpangsari antara tempuyung dan daun dewa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bioaktivitas ekstrak etanolik tanaman tempuyung dan daun dewa yang dibudidayakan secara monokultur dan tumpangsari dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BST)menetapkan harga LC50 dan mengetahui profil kromatografi lapis tipis (KLT) dari ekstrak kedua jenis tanaman tersebut.

     Sampel diambil dari hasil monokultur dan tumpangsari, dipanen pada saat menjelang perbungaan. Bagian tanaman meliputi akar (ATA dan ATC), umbi (ADA dan ADC) dan daun (DTA, DTC, DDA dan DDC) dikeringkan dengan oven pada suhu 50° C selama tujuh hari. Ekstrak untuk uji BST dan KLT diperoleh dengan metode maserasi selama 24 jam, kemudian sari dikeringkan dalam suhu kamar. Larutan induk untuk BST dibuat dengan cara dilarutkan 50 mg ekstrak dalam 5 ml etanol 70%, lalu dibuat seri konsentrasi 10 µg/ml, 100 µg/ml dan 1000 µg/ml. setiap konsentrasi dimasukkan ke dalam flakon dan dikeringkan pada suhu kamar. Setelah ekstrak dalam flakon kering, ditambahkan 3 ml air laut dan di-vortex selama satu menit. Sepuluh ekor larva Artemia salinaLeach yang berumur 48 jam dimasukkan ke dalam flakon, ditambah air laut sampai volume 5 ml dan ditetesi suspensi ragi sebanyak 2 tetes. Perhitungan persentase kematian larva dilakukan 24 jam setelah larva dimasukkan ke dalam flakon. Analisis kandungan senyawa metabolit sekunder dilakukan secara kualitatif dengan metode KLT.

      Hasil penelitian menunjukkan nilai LC50 yang diperoleh adalah 461,30 µg/ml (ATA), 170,81 µg/ml (ATC), 5847,54 µg/ml (ADA), 761,01 µg/ml (ADC), 1966,04 µg/ml (DTA), 3299,74 µg/ml  (DTC), 267,56 µg/ml (DDA) dan 140,48 µg/ml (DDC). Empat pasang perlakuan (ATA-ATC, ADA-ADC, DTA-DTC, dan DDA-DDC) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara metode tumpangsari dengan monokultur. Pada profil KLT, profil senyawa flavonoid, terpenoid dan alkaloid menunjukkan persamaan pada ekstrak hasil tumpangsari dan monokultur.

Rp 400.000
Rp (Hubungi CS)
Limited
Rp 150.000
Rp (Hubungi CS)
Kapulaga kering

33%

Rp 120.000 180.000
Limited
Rp 150.000
Rp 45.000
Rp 60.000
Rp 60.000

Carai produk?

Archives